Konsep “Jaga Bentuk” Display Marching Band

Menjaga bentuk adalah tanggung jawab setiap pemain pada saat melakukan latihan display Marching Band. Saat melakukan teknik berjalan yang baik, secara otomatis akan membuat kita mudah dalam berjalan dari satu titik menuju titik berikutnya, tapi akan jadi hal yang sia-sia ketika tidak mampu menjaga bentuk. Agar mampu “menjaga bentuk”, seorang pemain harus memahami konsep jarak, lebar langkah, alur jalan dan patokan. Berikut kita uraikan setiap itemnya satu per satu.

  1. Konsep jarak yang dimaksud adalah kemampuan seorang pemain dalam memperhitungkan jarak terhadap temannya dalam barisan. Contoh, jika sebuah barisan memiliki jarak “2 langkah”, itu artinya jarak setiap orang adalah 1,1 meter (perhitungan setiap langkah standar adalah 56,25 cm). Hal ini menjadi tanggung jawab setiap pemain untuk mengetahui jarak dalam setiap chart/ set. Karena bisa jadi setiap chart/ set memiliki jarak yang berbeda. Kemudian kemampuan menjaga jarak pada saat berjalan dari satu chart menuju chart selanjutnya. Banyak unit yang mampu membentuk sesuai dengan chart, tapi hanya sedikit yang mampu menjaga jarak tetap rapi dari satu chart menuju chart berikutnya. Tugas seorang instruktur untuk selalu mengingatkan konsep jarak pada saat bergerak kepada para pemainnya.
  2. Lebar langkah yang dilakukan oleh setiap pemain harus konstan dalam menempuh dari chart ke chart. Akan terjadi banyak permasalahan ketika langkah yang diambil besar di awal kemudian mengecil ketika mendekati tujuan, begitu juga sebaliknya. Kebanyakan karena pada saat melakukan perpindahan, lebar kaki tidak sebesar yang diminta. Atau bisa dikatakan terlambat merespon pergerakan dari langkah besar ke langkah kecil, atau sebaliknya. Permasalahan ini bersifat teknik, harus dipahamkan dengan cara berjalan dan mengontrol badan pada saat berpindah.
  3. Alur jalan yang dimaksud adalah arah berjalan pada saat melakukan perjalanan dari chart ke chart. Kebanyakan dari alur jalan ini adalah alur lurus. Ketika seorang pemain tidak berjalan lurus dari titik A ke titik B, maka akan terjadi permasalahan jarak. Kadang kecepatan bergerak, keraguan ketika bergerak, penempatan kaki pada saat berpindah dan kontrol badan yang buruk mempengaruhi seorang pemain dalam melakukan konsep ini. Bayangkan, 22 pemain baritone berjalan sempurna dari titik A ke titik B, semua orang tepat sampai ke titik dalam hitungan yang sama. Akan tetapi baritone nomor 8 (walaupun sama-sama sampai ke titik yang benar) melakukan alur jalan sedikit melengkung/ kurva. Maka akan terjadi permasalahan jarak antara baritone 7 dan 9.
  4. Patokan. Pemain harus tahu siapa/ apa yang akan dijadikan panduan untuk bergerak agar jarak tidak kacau. Membuat patokan pada bentuk kurva tidak sama dengan patokan pada saat bentuk lurus. Ketika bentuk kurva, seseorang harus memperhatikan sudut antara dirinya dengan 2-3 orang yang dijadikan patokan untuk mengestimasi bentuk lengkungnya. Bentuk lurus cenderung lebih mudah membuat patokan, luruskan dan sejajarkan dengan “sumbu badan”. Yaitu ujung kepala-leher pada saat kelurusan depan-belakang, sementara pada saat kelurusan samping luruskan sejajarkan dengan leher-bahu.
Andika Ario Hutomo Marching Band

M-Couple

Marching Couple Is In The House Yowh...!!! Keren Banget kaos2 dari Marching Geek, enak dipakai! #MGeekStuff

Dikung (Battery Percussion Coach) - Yogyakarta Mei 24, 2014

mail Marching Band

Keren Banget!

Bener2 baru sempat upload nih, Barang yg gua beli di Stand MGeek kemarin pas GPMB'13, kaos & gelangnya keren bgt!!!

Mail [@MailAmir19] - Makassar Mei 24, 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here